Koncoan.com Asal Surabaya Bersiap Tantang Facebook

Surabaya - Media sosial karya anak Negeri koncoan.com segera meluncurkan versi android pada 2018, setelah sebelumnya menggunakan versi desktop. Koncoan sadar, para pengguna media sosial lebih banyak permintaan agar koncoan dapat diakses lebih cepat melalui aplikasi android.

Koncoan yang berbasis di Surabaya Jawa Timur ini, memiliki sejumlah fitur yang tak kalah bagus dari sosial media asing seperti Facebook atau Twitter. Koncoan membawa misi untuk internet sehat dan positif.

Muhamat Guntur Budiawan, CEO Koncoan.com di Surabaya (31/12/2017) mengatakan, koncoan lebih banyak mendengar feedback daripada user. Itu karena koncoan dibuat untuk para pengakses internet yang kesehariannya beraktivitas di sosial media.

"Kita tau ya, data kemkominfo bahwa setidaknya 65% informasi hoax itu bersumber dari media sosial asing dan ada 7.000 kasus kejahatan sex anak (Paedofil) ada di sana, koncoan mengerti hal itu dan membuat sebuah keamanan user agar hal-hal semacam itu tidak terjadi pada situs sosial lokal"Kata Guntur.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim ini mengaku pihaknya tengah mempersiapkan kematengan dalam sistem maupun konten yang positif. Ini dilakukan agar user dalam beraktivitas di sosial media lebih aman dan sesuai norma-norma yang berlaku di Indonesia.

"Kita beda ya dengan media sosial asing, maka tujuan kita yaitu bagaimana agar sekitar 80 juta pengakses sosial media bisa beralih ke koncoan.com dan beraktivitas disana agar semua dapat tetap terpantau di Indonesia, bukan diluar negeri" Ucap Guntur.

Ditambahkan pria kelahiran 6 Januari 1990, saat ini koncoan.com memang mengalami banyak kendala, hal yang paling prinsip yaitu masalah pendanaan.Sebab, mengelola sosial media dengan jumlah user besar itu butuh pendanaan besar.

Saat ini, ucap Guntur, Koncoan.com masih mengandalkan kantong pribadi. Sejauh ini kata Guntur, user koncoan tumbuh pesat diangka 5.000 user sejak dibuka pada november 2017 lalu. Meski sempat ditutup lantaran mengalami kekosongan anggaran, koncoan kembali dibuka pada desember dan mengusung sejumlah konten yang tidak dimiliki media sosial lainnya.

"Kita memiliki konten news agregator, jual beli, pesanan tiket, update video, foto dan audio. Selain itu kedepan, koncoan akan menerapkan Nomor Induk Keluarga (NIK) sebagai satu identitas user di media sosial, karena koncoan menerapkan satu user satu akun"

Facebook, memang punya cukup banyak user di Indonesia. Tetapi kami berkeyakinan untuk menantang facebook.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.